” Dalam tangan anaklah masa yang akan datang. Dan dalam tangan ibulah , anak yaitu masa yg akan datang itu”- R.A. Kartini
” Bagimu ibu, tulus hatimu mempertaruhkan nyawa demi aku. Senantiasa meramut aku dari merah hingga dewasa. Generasi yang Faham dan tangguh terlahir dari rahimmu. Sujud takzimku kepadamu.”
Terkadang kita tak menyadari arti perjuangan seorang ibu. Terkadang kita tak menghiraukan beliau ketika kita telah dewasa. Terkadang kita membiarkan beliau khawatir akan kedaan kita. Kita pergi kemana? dengan siapa? tak memberikan kabar. Dengan alasan malu kalo ketauan temen-temen. Takut dicap “anak mami”. Ketika kita asik dengan teman dan seabreg kegiatan kita, disana, disudut ruang ibu menanti dan selalu berdoa dengan berlinang air mata dan seraya berkata ” Ya TUHAN…. jagalah anak ku. Hindarkan dia dari mara bahaya. Jaukan dia dari orang-orang yang berbuat jahat. Ya.. TUHAN… bawalah pulang ia dengan keadaan selamat dan utuh. Bahagiakan ia dengan segala cara MU yang baik. Ya.. TUHAN.. cukupkanlah bekalnya. Ya..TUHAN… hindarkan ia dari kelaparan. Ya..TUHAN hindarkanlah dia dari hujan dan kepanasan. YA..TUHAN.. jauhkan lah ia dari perbuatan maksiat. Ya.. TUHAn…..” Doa selalu dipanjatkan oleh beliau disetiap saat,setiap menit, bahkan setiap detik.
Tapi apa yang telah terjadi ketika anakny pulang, dan ibu seraya berkata dengan lembut dan penuh kasih sayang ” Nak, tadi kamu kemana? dengan siapa? UDah makan belum? kamu cape?”
Saat itu si anak sedang cape, dan suntuk dan menjawab dengan nada kasar ” Ah….Ibu mau tau aja.. aku cape.. aku mau tidur..aku dah dewasa. JAadi aku bisa jaga diri. Ibu ga usa nanya-nanya kaya gitu. Aku malu sama temen-temen. kalo ibu nanya kaya gitu. Nanti ku dikira anak mami. udah..ah.. aku mo ke kamar..”
Apa yang dirasakan Ibu pada saat itu?? Ia tak bisa marah, hanya mengelus dada yang terasa sakit. Ia teringat akan masa dimana dia lah yang merupakan satu-satunya orang yang dapat mengerti apa mau buah hatinya. Buah hatinya selalu mengikuti apa perkataanya dan selalu mengikuti kemana Ia pergi. Tapi sekarang…. Tak terasa bulir-bulir air mata berjatuhan membasahi pipinya yang mulai keriput. Hatinya sangat hancur. Tapi dalam hatinya ia berdoa.. ya TUHAN.. maafkanlah anak ku, mungkin ia hanya lelah karena perjalan jauh. Ya TUHAN … semoga kau memaafkan dan selalu menjaga hatinya agar tetap sayang pada ku. Ya TUHAN lindungilah ia dari sifat yang tidak baik.
Teman sadarkah kita bahwa apa yang dikatakan ibu sangatlah mengharukan, disaat perkataan anak tersebut membuat sakit hati ibu, tapi ibu tetap berdoa demi kebaikannya dan memaafkan. Teman itulah kasih sayang ibu, tanpa ada penghalang, tulus dari hati terdalam, kasihnya sepanjang masa. Tak kenal lelah. Tak kenal sakit. Tak kenal waktu. Ya…hatinya sangat mulia, lebih mulia dari pada berlian diseluruh dunia. Hatinya suci seperti bayi yang baru lahir. Adakah yang lebih berarti daripada kasih sayang seorang ibu..?? Adakah yang lebih besar kasih sayang seorang ibu ..??? Adakah yang lebih tulus dari kasih sayangnya..??? Adakah yang lebih lama kasih sayangnya dari pada kasih seorang ibu..??? Saya tak harus menjawab, hanya ANDA yang tau jawabannya. Semoga ini jadi renungan buat Anda. Betapa berharganya seorang ibu.
I LOVE U MOM